
Selamat datang di dunia penerjemahan-sebuah dunia yang dipengaruhi antara setengah benar dan setengah salah. (Namun, selanjutnya aspek apa dalam dunia kita ini yang tidak benar?)
Proses mengingat dan memilih kata dan frasa, lalu inti makna dari kegiatan ini terjun dalam lompatan intuitif. Beberapa dari lompatan itu sangat bertumpu pada pengalaman yang kaya, selebihnya pada ingatan samar percakapan yang hanya terekam sebagian-sebagian. Keduanya belum tentu bisa dikatakan tidak saling berhubungan.
Bila sebuah kata teringat dalam benak Anda tanpa menyeret riwayat lengkap pengalaman Anda bersama kata itu, tebakan yang ilmiah mungkin terasa benar-benar seperti keyakinan yang menenangkan, begitu pula sebaliknya.
Misalnya Anda seorang interpreter bahasa Inggris, dan seorang interpreter yang baik akan mengembangkan pemahaman kasar, kapan ia dapat mempercayai lompatan-lompatan intuitif ini dan kapan ia wajib melakukan pemeriksaan yang teliti dan/atau pengujian yang objektif; tetapi pemahaman itu tak lebih dari suatu pemahaman kasar yang senantiasa menimbulkan sedikit ketidakjelasan pada batasan-batasan yang penting. Pada bagian kata yang benar-benar Anda tidak tahu dalam kegiatan interpreting simultan, sebaiknya Anda meraba secepat mungkin apa pengetahuan maksimal yang Anda miliki dan segera menerjemahkan ke dalam bahasa tertentu dan Anda catat kalimat yang menurut Anda kurang jelas. Jika tidak Anda akan semakin tertinggal dengan banyak pembicaraan pemateri.
Setelah kegiatan selesai, baru Anda klarifikasi dengan pemateri secara langsung untuk meminta penjelasan tentang kalimat yang Anda kurang yakin. Jika Anda salah menerjemahkan berarti, ada ilmu baru yang dapat diserap, dan sebaliknya jika Anda benar dengan kalimat tersebut Anda akan mendapatkan apresiasi.
Lompatan-lompatan intuitif mungkin tidak dapat di hindari dari seorang interpreter, bahkan perlu sekali, pada batasan-batasan terpenting dalam proses menerjemah. Ketika sebuah naskah kasar terselesaikan, penerjemah melangkah mundur dan menyunting hasil terjemahannya itu dengan teliti dan awas. Paling tidak, itulah gambarannya; dan ini bukan sekedar penggambaran yang bagus, melainkan sering dianggap sebagai gambaran yang berhasil dengan baik. Setelah membaca untuk kedua atau ketiga kalinya, seringkali penerjemah akan menangkap adanya kesalahan konyol yang dibuatnya saat bergembira-ria karena berhasil menebak sebuah kata. “Apa yang saya pikirkan!?”
Namun, penyuntingan (editing) sekalipun sangat mengandalkan lompatan intuitif. Bagaimanapun, apa dasar pertimbangan dingin dan rasional yang menentukan bahwa kata atau frasa tertentu itu salah? Dasarnya tepat sama dengan rangkaian pengalaman yang menciptakan pertimbangan itu sebagai penilaian utama-sederhana nya, yang diarahkan dengan cara yang nyaris sama.
Ada kasus-kasus di mana kata yang benar hanya satu, sementara tujuh belas lainnya salah; tetapi penerjemah yang bekerja seorang diri, dan juru bahasa yang bekerja dengan masyarakat umum dan tidak leluasa bertanya atau men cari dalam buku referensi, tidak selalu tahu kata mana yang benar dan harus mengandalkan intuisi. Dengan cara begitu, Anda ternyata membuat kesalahan.
Kesalahan itu dikoreksi, dan Anda belajar darinya. Atau, kesalahan itu tidak dikoreksi dan Anda mengulanginya lagi. Dan Anda berharap mampu menghindari kesalahan seperti itu, tetapi Anda tidak bisa menghindarinya seratus persen. Yang bisa Anda lakukan hanyalah berusaha agar tidak berkali-kali membuat kesalahan yang sama.
Lebih jauh lagi, biasanya seorang penerjemah diharapkan memecahkan semua persoalan dalam teks sebelum menyerahkan terjemahan akhir, tetapi hal ini tidak mung kin selalu terjadi. Kadang-kadang penerjemah harus menghubungi pengguna atau klien dan berkata, “Saya masih belum bisa menemukan padanan yang tepat untuk X.” Jika X itu mudah dan si penerjemah seharusnya mengetahuinya, ia akan kehilangan muka dan mungkin juga kehilangan pekerjaannya di masa mendatang.
Tak bisa tidak, penerjemah sebaiknya mengakui ketidaktahuannya hanya setelah ia terlebih dahulu berikhtiar sendiri dengan segenap daya upayanya untuk memecahkan masalah.
Di sisi lain, seorang penerjemah (melalui kantor jasa interpreter bahasa Inggris) yang mengakui ke tidaktahuannya dalam menghadapi suatu masalah yang benar-benar sulit (bahkan mungkin tidak dapat dipecahkan), sebenarnya malah mendapatkan reputasi dan memenangkan kepercayaan pengguna atau klien, karena mengakui keterbatasan sendiri memang penting. Mengakui ketidaktahuan tentang kata sulit yang ini atau yang itu, secara tidak langsung memberikan suasana reliabilitas pada seluruh teks-yang saat ini dianggap sebagai hal terpenting yang benar-benar diketahui penerjemah.