Hati-Hati dengan Perut Buncit
Masalah perut buncit sering dialami oleh banyak orang, baik pria maupun wanita. Bukan hanya berdampak pada kepercayaan diri, perut buncit juga dapat mengancam kesehatan kita. Dikutip dari cnnindonesia.com, bahwa perut buncit meningkatkan risiko terkena beberapa penyakit, seperti tekanan darah tinggi, stroke, diabetes tipe 2, asma, kanker usus besar, dan penyakit kritis lainnya. Oleh karena itu, cara mengecilkan perut yang buncit harus menjadi prioritas dalam hidup kita.

Penyebab Perut Buncit
Perut buncit pada umumnya disebabkan oleh beberapa kondisi, diantaranya:
1. Kurang Aktivitas Fisik
Penyebab pertama, kurangnya aktivitas fisik dalam aktivitas sehari-hari. Ketika tubuh tidak banyak bergerak, cadangan lemak akan menjadi lebih banyak, karena tidak ada momen yang memicu tubuh untuk membakar lemak. Tubuh malah menimbun lemak sebagai cadangan energi, yang pada akhirnya membuat perut menjadi buncit.
Ini akan lebih buruk dari yang kita bayangkan, jika telah menjadi kebiasaan jangka panjang, maka massa otot juga akan berkurang. Jika massa otot terus berkurang, tubuh mengalami kesulitan menemukan tempat yang tepat untuk membakar lemak yang menumpuk di dalam tubuh.
2. Stres
Penyebab kedua adalah stres. Banyak dari kita yang memiliki kebiasaan makan berlebih ketika merasa stres. Ini memang hal yang wajar, karena ketika kita stres, hormon kortisol dalam tubuh akan meningkat. Hormon ini berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan, terutama pada makan tinggi kalori, makanan manis, dan tinggi lemak. Dikutip dari Journal of Obesity, dikatakan bahwa hormon kortisol dapat meningkatkan jumlah lemak dalam tubuh dan memperluas ukuran sel lemak.
3. Kurang TidurĀ
Saat kita kurang tidur, tubuh tidak punya cukup waktu untuk melakukan proses pembakaran makanan yang masuk. Sebaiknya, tubuh memiliki 8 jam untuk membakar beberapa ratus kalori dalam satu malam.
Tetapi, ketika waktu tidur kita berkurang, artinya kinerja tubuh juga berkurang, dan jumlah lemak yang dibakar juga akan berkurang. Ketika kurang tidur, seseorang juga cenderung memiliki keinginan untuk makan lebih banyak. Terkadang kita menjadi lebih lapar dari biasanya ketika kurang tidur di malam hari.
Lemak yang tidak dapat diproses dengan baik oleh tubuh, lalu tubuh menimbun lemak tersebut, sehingga menyebabkan perut menjadi buncit.
4. Pola Makan Tidak Sehat dan Konsumsi Alkohol
Penyebab keempat adalah pola makan yang tidak sehat. Jika Anda gemar mengkonsumsi makanan tinggi natrium dan rendah nutrisi, maka tubuh akan lebih sering kembung dan memperlambat proses metabolisme.
Mengonsumsi alkohol juga merupakan salah satu faktor penyebab perut buncit. Dikutip dari Jurnal Current Obesity Reports, dijelaskan ada beberapa alasan mengapa alkohol adalah salah satu penyebab perut buncit:
- Alkohol cenderung tinggi kalori. Alkohol memiliki peran yang tidak berguna, karena hanya memberikan tambahan asupan kalori harian.
- Alkohol terbukti menurunkan hormon GLP-1 dan hormon leptin. Keduanya memiliki kecenderungan untuk memudahkan kita merasa lapar.
- Alkohol mengandung gula tinggi. Mengonsumsi alkohol membuat kita memiliki asupan glukosa tinggi, yang kemudian akan ditimbun di daerah perut.
5. Merokok
Dikutip dari jurnal PloS One pada tahun 2012 dijelaskan bahwa perokok aktif memiliki lebih banyak lemak visceral. Lemak visceral ini adalah jenis lemak jahat yang bersarang di balik rongga perut. Lemak visceral ini akan memicu berbagai masalah kesehatan, diantaranya:
- Serangan jantung
- Liver
- Diabetes tipe 2
- Stroke
- Kanker payudara
- Kanker kolorektal
Cara Mengecilkan Perut
Pada umumnya cara mengecilkan perut, paha, atau bagian tubuh lainnya adalah sama, yaitu dengan mengendalikan asupan kalori harian atau defisit kalori. Defisit kalori adalah suatu kondisi di mana kita membatasi asupan kalori harian. Untuk bisa berada dalam keadaan kalori defisit, Anda harus terlebih dahulu mengetahui jumlah kalori yang Anda bakar setiap hari atau TDEE.
Setelah mengetahui jumlah TDEE (Total Daily Energy Expenditure), saatnya Anda mengetahui jumlah BMR. BMR (Basal Metabolic Rate) atau jumlah kalori paling dasar yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi secara normal.
Misal, dari perhitungan TDEE Anda adalah 2500 kkal, sedangkan jumlah BMR Anda adalah 1500 kkal. Untuk memasuki keadaan kalori defisit, asupan kalori harian Anda harus lebih rendah dari TDEE, tetapi tidak boleh lebih rendah dari BMR.
Banyak yang merekomendasikan untuk mengurangi 500 kalori di awal diet Anda. Jadi, jumlah kalori defisit harian Anda di awal diet adalah sekitar 2000 kalori. Ketika Anda secara konsisten mengonsumsi 2000 kalori dengan makanan sehat setiap hari, maka secara bertahap, perut Anda akan menyusut.
Olahraga untuk Mengecilkan Perut
Kondisi defisit kalori akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan olahraga teratur. Bukan penurunan lemak, tetapi massa air dan otot, sementara lemak akan terkubur selamanya di tubuh kita. Oleh karena itu, sebainya Anda mengimbangi diet dengan defisit kalori dan olahraga.
Lakukan olahraga dengan tidak fokus hanya pada satu jenis. Misalnya, Anda hanya mengangkat beban, tanpa melakukan cardio. Sebaliknya, Anda hanya fokus pada cardio dan tidak melakukan angkat beban yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh Anda.