Apa Saja Flora dan Fauna Unik yang Bisa Ditemukan di Lombok?

Saya masih ingat betul saat pertama kali menjejakkan kaki di kaki Gunung Rinjani. Udara dingin menyapa kulit, suara burung yang tidak saya kenal jenisnya bersahut-sahutan dari balik pepohonan. Di kejauhan, seekor lutung hitam melompat dari satu cabang ke cabang lain. Saat itulah saya sadar—Lombok bukan hanya pulau wisata dengan pantai cantik dan budaya yang khas, tapi juga surga bagi keanekaragaman hayati.

Banyak orang datang ke Lombok untuk liburan, tapi tidak semua menyadari bahwa pulau ini menyimpan kekayaan flora dan fauna yang tak kalah menarik. Bahkan, beberapa hanya bisa ditemukan di daerah Nusa Tenggara dan tidak ada di tempat lain. Bagi saya pribadi, menyusuri alam Lombok seperti membuka lembaran ensiklopedia hidup—penuh warna, suara, dan kejutan.

Kalau kamu pencinta alam atau sekadar penasaran ingin tahu makhluk-makhluk unik apa saja yang hidup di Lombok, ayo ikut saya menjelajahi sisi lain pulau ini yang sering terlupakan dalam daftar wisata mainstream.

Hutan Tropis dan Padang Savana: Dua Dunia Dalam Satu Pulau

Hal pertama yang membuat Lombok begitu kaya akan flora dan fauna adalah keberagaman ekosistemnya. Di bagian utara dan timur, ada hutan hujan tropis yang rimbun, terutama di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Di bagian selatan dan barat, terdapat sabana luas dengan vegetasi lebih kering.

Saya pernah hiking di jalur Sembalun, dan hanya dalam beberapa jam, saya bisa melihat perubahan drastis dari hutan lebat ke padang rumput terbuka. Setiap zona punya makhluknya sendiri, tumbuh dan beradaptasi sesuai lingkungannya.

Edelweiss Jawa dan Bunga-Bunga Pegunungan

Flora pertama yang membuat saya kagum adalah bunga edelweiss. Meskipun lebih terkenal di gunung-gunung Jawa, ternyata edelweiss jawa (Anaphalis javanica) juga tumbuh di jalur pendakian Rinjani, terutama di dataran tinggi Sembalun dan Plawangan.

Bunga ini punya pesona abadi—secara harfiah dan simbolis. Warna putih kekuningan dan bentuknya yang seperti bola kapas membuatnya berbeda dari bunga liar lain. Tapi yang paling penting, bunga ini dilindungi, jadi hanya boleh dinikmati dengan mata dan kamera, bukan dipetik.

Selain edelweiss, saya juga menjumpai anggrek hutan, paku-pakuan raksasa, dan bunga terompet liar yang tumbuh alami di jalur hutan.

Pohon Beringin Raksasa dan Kelapa Hibrida

Di beberapa desa adat di Lombok Timur, saya melihat pohon beringin yang usianya mungkin sudah ratusan tahun. Akar-akarnya menjuntai ke tanah, batangnya besar sekali hingga perlu empat orang dewasa untuk memeluk seluruh lingkarannya.

Di pesisir, terutama di daerah Sekotong dan Kuta, banyak petani menanam kelapa jenis hibrida yang bisa menghasilkan air lebih banyak. Saya sempat duduk di pondok kecil, ditemani segelas air kelapa segar langsung dari pohonnya. Sambil ngobrol dengan petani lokal, saya tahu bahwa kelapa ini hasil kawin silang antara jenis lokal dan Thailand.

Lutung Hitam dan Kera Ekor Panjang

Mari bicara tentang satwa. Salah satu primata paling ikonik di Lombok adalah lutung budeng atau lutung hitam ekor panjang (Trachypithecus auratus). Wajahnya gelap, tubuhnya diselimuti bulu hitam pekat mengilap, dan biasanya terlihat dalam kelompok kecil di pohon-pohon tinggi.

Saya pernah melihat sekelompok lutung ini di kawasan hutan Senaru. Awalnya saya kira itu monyet biasa, tapi pemandu saya bilang, “Itu bukan monyet, itu lutung. Lebih pemalu dan lebih langka.” Saat saya amati lebih lama, benar saja—gerakannya lebih hati-hati, tidak agresif, dan selalu menjaga jarak.

Selain lutung, tentu ada kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang lebih sering terlihat di tempat wisata. Mereka ini yang biasa nongkrong di jalur ke air terjun atau dekat tempat parkir. Kadang iseng, kadang lucu, kadang nakal.

Burung Rinjani dan Burung Bondol Peking

Bagi pengamat burung, Lombok adalah tempat menarik untuk melihat berbagai spesies burung khas Wallacea. Salah satunya adalah burung rinjani (Apus cooki)—jenis walet yang sering terlihat terbang rendah di daerah pegunungan.

Selain itu ada bondol peking, burung kecil berbulu cokelat-putih yang sering terlihat di sawah atau padang rumput. Suaranya merdu dan hidupnya berkelompok.

Saya tidak menyangka bisa melihat banyak jenis burung saat hanya berjalan di pinggir sawah atau melewati ladang. Bahkan di dekat pantai pun, saya pernah melihat elang laut dada putih melayang rendah, matanya tajam menatap air.

Biawak dan Tokek Raksasa

Suatu hari saya sedang duduk di warung bambu dekat pantai Selong Belanak, tiba-tiba seekor biawak besar melintas santai. Ukurannya mungkin hampir satu meter. Warga sekitar tidak panik, malah bilang, “Itu biasa, sering lewat.”

Biawak (Varanus salvator) memang hidup di hutan tropis dan pesisir Lombok. Meski terlihat mengerikan, mereka cenderung takut manusia dan lebih suka menghindar.

Saya juga mendengar suara tokek besar di malam hari saat menginap di homestay dekat hutan. Suaranya keras dan khas: “tok-kek… tok-kek…” hingga tujuh kali. Warga bilang, semakin banyak suaranya, semakin membawa rezeki.

Kehidupan Laut yang Spektakuler

Bicara tentang fauna Lombok tentu tidak lengkap tanpa menyebut kekayaan bawah lautnya. Di sekitar Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, saya snorkeling dan melihat sendiri terumbu karang yang masih sehat, ikan-ikan warna-warni, serta penyu laut yang berenang santai di antara arus.

Ada juga ikan badut, ikan napoleon, dan berbagai jenis bintang laut. Bahkan, jika beruntung, kamu bisa melihat hiu karang kecil yang jinak dan tidak berbahaya.

Di laut selatan Lombok, terutama di Pantai Pink dan sekitar Sekotong, saya juga melihat ubur-ubur transparan, cumi-cumi, dan ikan pari.

Menjelajahi Alam Lombok Lewat Pendamping yang Tahu Medan

Semua pengalaman ini saya dapatkan karena dibantu oleh pemandu lokal yang paham jalur, tahu kapan dan di mana bisa melihat hewan-hewan tersebut tanpa mengganggu habitatnya. Mereka juga tahu cerita-cerita lokal, seperti legenda tentang pohon tertentu atau alasan kenapa suatu area dianggap “keramat.”

Kalau kamu ingin merasakan pengalaman menyatu dengan alam seperti ini, Jelajah Lombok Tour bisa jadi pilihan yang pas. Dengan paket tour Lombok yang tidak sekadar mengunjungi tempat, tapi juga mengajak kamu memahami kehidupan di dalamnya, setiap perjalanan akan terasa lebih bermakna.