
Seperti diketahui, remaja rentan sekali dengan yang namanya stress. Terkadang PR yang menumpuk saja bisa memicu seorang remaja merasa tertekan dan berujung mengalami stress. Belum lagi seperti diketahui remaja adalah individu yang mudah sekali mengalami perubahan baik secara anatomi, fisiologi dan psikologi.
Dikutip dari AshefaNews, stress adalah bagian dari kehidupan seseorang sebagai sebuah respon terhadap tantangan, tekanan dan berbagai peristiwa eksternal. Biasanya remaja mudah mengalami stress karena tuntutan dan frustasi sekolah, masalah dengan teman sekolah ataupun perasaan negatif lainnya. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua saat melihat sang anak mengalami stress.
Identifikasi Penyebab Stress
Terlebih dahulu orang tua harus tahu apa penyebab stres pada remaja. Caranya adalah dengan menanyakan langsung perasaan anak terhadap apa saja yang membuat timbul perasaan stress agar mudah untuk mencarikan solusi dan mengatasi stress yang terjadi.
Tentu saja anak tidak boleh mengalami stress berkepanjangan, karena bisa memicu masalah kesehatan mental dan juga kesehatan tubuh. Namun perlu diketahui stress pada anak remaja bisa terjadi karena hal-hal kecil yang mungkin dianggap oleh orang dewasa sepele.
1. Beri Dukungan Penuh
Hal kedua yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk anaknya yang sedang mengalami stress adalah dengan memberikan dukungan penuh. Orang tua tentu saja punya peranan penting untuk memberikan kasih sayang kepada anak remaja yang normal ataupun yang sedang mengalami suatu masalah.
Dengan kasih sayang penuh ini, membantu anak untuk bisa lebih menghargai dirinya sendiri dan hal ini dapat membantu anak untuk mengurangi rasa stress yang terjadi. Setelah melalui masa-masa stress, anak juga lebih muda untuk bangkit kembali karena dukungan yang dilakukan oleh orang tuanya.
2. Bantu Anak Berfikir Positif
Stress pada anak remaja bisa dialami karena banyak sekali pikiran negatif yang cenderung muncul. Alasannya tentu saja karena anak remaja cenderung labil dan mudah terperangkap pada pikiran-pikiran negatif dan juga pikiran buruk.
Untuk itu Anda bisa bantu anak agar lebih berfokus pada hal-hal positif di lingkungan sekitarnya baik di rumah maupun di sekolah. Orang tua juga harus berhenti untuk membicarakan sesuatu yang negatif di depan anak, agar anak lebih mudah mencontoh hal-hal positif yang ada di depannya. Cara ini dapat membantu anak untuk membingkai pikiran positif yang dapat mengatasi stres.
3. Kurangi Akses Media Sosial
Saat anak sedang mengalami stress sebaiknya anda sebagai orang tua menetapkan batasan untuk akses ke media sosial. Atau sebaiknya janganĀ perbolehkan dulu untuk membuka sosial media dengan mengurangi jam bermain handphone misalnya. Karena ketika anak sedang stress dan melihat berbagai konten yang ada di media sosial, justru dapat membuat tingkat stres semakin tinggi.
Orang tua tentu saja punya peranan penting untuk anak mengkonsumsi media sosial secara cerdas. Salah satunya dengan membatasi screen time ataupun sama sekali tidak menggunakan dulu media sosial sampai rasa stress berkurang dan sembuh.
4. Ajak Anak Lakukan Berbagai Hal Positif
Anak remaja adalah tanggung jawab orang tuanya untuk itu ketika rasa stress datang orang tua bisa mengajak anak melakukan berbagai hal menyenangkan. Tidak perlu hal mewah yang diberikan ke anak dan bisa berdampak baik untuk rasa stresnya.
Ayah dan ibu bisa ajak anak untuk melakukan kegiatan bersama-sama seperti jogging, masak bareng di rumah, nongkrong di cafe favorit ataupun sekedar mengobrol atau membicarakan topik terkini yang disukai anak.
Itu tadi beberapa tips untuk mengatasi stres pada remaja yang wajib diketahui orang tua. Perasaan stress pada anak wajib diketahui sejak dini, untuk menemukan solusi yang tepat agar tidak berlarut-larut dan membuat kesehatan mental anak menjadi semakin parah.